Baju Arie Wibawa, lahir di Kota Wonogiri telah berhasil mempertahankan naskah disertasinya yang berjudul “Jangkeping Urip” sebagai Basis Bentuk Rumah Joglo Di Desa Pondokrejo, Rembang melalui sidang tertutup promosi doktor yang dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Ir. Atiek Suprapti, MT., pada tanggal 10 Desember 2024. Sidang tertutup promosi doktor dilaksanakan secara daring dan luring (hybrid) dan dinyatakan lulus sebagai doktor yang ke-94 pada Program Doktor Ilmu Arsitektur dan Perkotaan, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro (UNDIP).

Naskah disertasinya telah diuji oleh Prof. Dr. Mudjahirin Thohir, M.A., Dr. Ir. Agung Budi Sardjono, M.T., dan Dr. Ir. Agung Dwiyanto, M.S.A. selaku  tim penguji internal UNDIP dalam rangkaian sidang disertasi yang dimulai dari sidang proposal, sidang kelayakan, hingga sidang tertutup promosi doktor. Selain itu,Prof. Ir. Bakti Setiawan, M.A., Ph.D., juga ikut terlibat dalam menguji naskah disertasinya sebagai penguji eksternal dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Naskah disertasinya merupakan hasil dari serangakain proses penelitian yang dibimbing langsung oleh Prof. Dr. Atiek Suprapti, M.T. selaku promotor dan Prof. Dr. Ir. Bambang Setioko, M.Eng., selaku co-promotor.

Baju Arie Wibawa telah menuntaskan proses perkuliahan dan penelitiannya dalam rumpun ilmu Arsitektur pada subrumpun keilmuan arsitektur yang terkait dengan rumah tradisional/vernakular joglo yang dimiliki para petani di pedesaan, dengan Desa Pondokrejo, Rembang sebagai lokus penelitian di Provinsi Jawa Tengah. Topik penelitian yang diangkat adalah adanya anomali kepemilikan rumah joglo yang sangat banyak oleh petani di Desa Pondokrejo. Penelitiannya berpayung pada paradigma naturalistik dalam pendekatan kualitatif dengan strategi induktif. Hasil penelitiannya menemukan teori substanstif “JANGKEPING URIP”, yaitu “manakala masyarakat selalu mengupayakan klangenan untuk membangun joglo yang selaras dengan alam secara luwes dan lengkap, maka mereka akan menggapai kesempurnaan hidupnya”. Teori ini menjelaskan bagaimana masyarakat di Desa Pondokrejo memiliki klangenan (mimpi, keinginan atau cita-cita kolektif) untuk dapat memiliki dan membangun rumah joglo yang selaras atau harmoni dengan alam dan pemujaan kepada Dewi Sri, dengan cara yang luwes melalui cara menanam bibit jati di pekarangan, mencicil, bertahap, berpindah (mobile) dan bertransformasi sesuai kemampuan ekonomi dalam rangka membangun rumah dan keluarga yang lengkap. Setelah berhasil membangun dan memiliki rumah dengan bentuk joglo dengan memenuhi empat konsep dasar ini maka mereka dapat mencapai kesempurnaan hidupnya (jangkeping urip). Warga Desa Pondokrejo belum akan “puas” atau “lego” bila selama hidupnya belum bisa membangun dan memiliki rumah dengan bentuk Joglo.

Sebagai seorang dosen yang bertugas pada Prodi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika di Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Baju Arie Wibawa telah diberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan doktoralnya pada Program Doktor Ilmu Arsitektur dan Perkotaan UNDIP melalui beasiswa YPLP PT PGRI. Selama melaksanakan pendidikan juga berperan aktif dalam kegiatan seminar nasional maupun internasional serta mengikuti pelatihan akademis dalam rangka meningkatkan kemampuan penelitiannya, seperti: Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Internasional, Pelatihan Pengelolaan Dokumen Ilmiah Menggunakan MENDELEY, Pelatihan Pencegahan Plagiarisme Menggunakan TURNITIN, dan pelatihan lainnya yang diselenggarakan oleh Perpustakaan UNDIP dan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.